Perbedaan: HDD dan SSD Dari Segala Aspek

Perbedaan: HDD dan SSD

Kamu ingin beralih dari menggunakan HDD ke SSD, dan kamu ingin tahu apa saja perbedaan yang terdapat pada HDD dan SSD dari segala aspek, atau kamu heran kenapa bisa harga SSD begitu mahal, apa penyebabnya ? apakah perbedaan yang mendasar sehingga HDD dan SSD harganya berbanding jauh, disini saya akan beritahu kamu apa saja perbedaan HDD dan SSD.

Sebelum ketopik utama, saya ingin memberitahu perbedaan mendasar dari HDD dan juga SSD, HDD memiliki singkatan HardDisk Drive, sedangkan untuk SSD singkatan dari Solid State Drive.

Perbedaan HDD dan SSD


Disini saya akan memberitahu kamu segala aspek yang mencakup perbedaan yang dimiliki oleh HDD dan SSD, walau namanya hampir mirip, tetapi segala hal yang dimiliki kedua Drive ini jauh berbeda, mulai dari komponen sampai harga.

Penggunaan Listrik


Bisa dibilang bahwa HDD menggunakan listrik dengan daya yang cukup tinggi, karena harus menggerakkan kedua motor yang terdapat pada HDD, terlebih dengan kecepatan yang tinggi.

SSD sendiri lebih hemat dalam penggunaan listrik, bahkan jauh lebih hemat penggunaanya daripada HDD, bahkan ada yang kurang dari 1 watt.

SSD tidak membutuhkan konsumsi yang banyak karena microchip tidak terlalu memakan daya, tidak seperti HDD yang memiliki motor.

Tingkat Kebisingan


Karena HDD memiliki komponen yang berputar dalam kecepatan tinggi, maka tidak heran ada bunyi yang dihasilkan dari perputaran tersebut.

Lain dengan SSD yang hampir sama sekali tidak mengeluarkan bunyi saat beroperasi, karena tidak adanya benda bergerak didalamnya.

Tingkat Kepanasan


Banyak sekali Meme yang mengejek panasnya HDD, ada yang menggoreng telur, daging, dan lainnya, tetapi ini bukan hoaks.

Karena memang HDD yang digunakan bisa menimbulkan panas yang semakin meningkat seiring lamanya penggunaan, bahkan ada video memasak daging dengan HDD, saking panasnya.

SSD juga akan panas ketika digunakan, tetapi tingkat kepanasannya tidak sepanas HDD, jadi ini kabar buruk bagi kamu yang ingin menggoreng daging menggunakan SSD.

Komponen dan Berat


HDD memiliki komponen yang cukup banyak, seperti cakram melingkar datar atau biasa disebut platter, piringan metal, head, perangkat bergerak, dan lainnya, sehingga HDD bisa lebih berat daripada SSD karena banyaknya komponen yang dimiliki.

Sedangkan untuk SSD, lebih menggunakan microchip, dengan tiga komponen dasar antara lain controller, cache dan kapasitor yang sama sekali tidak mengandung bagian yang bergerak.

Ukuran HDD dan SSD


HDD mempunyai komponen - komponen yang lumayan banyak dan memang komponen tersebut memiliki peranan penting dalam menentukan besar ukuran dari HDD sendiri.

Sementara SSD, komponen lebih ke microchip dan lainnya, tidak terlalu mengganggu ukuran dari SSD, sehingga banyak sekarang SSD yang ukurannya kecil, dan lebih dicocokkan dengan Laptop atau Ultrabook dengan harga tinggi yang mengutamakan ketipisan.

Cara Kerja HDD dan SSD


HDD bekerja kurang lebih seperti ini, piring - piring diputar dengan kecepatan yang sangat tinggi oleh motor, dan di HDD terdapat 2 motor listrik, yang masing - masing memiliki tugas masing masing.

Motor listrik pertama, bertugas memutar disk atau piringan tadi, dan motor listrik kedua bertugas untuk papan baca/tulis.

Sedangkan SSD memiliki kinerja yang lebih modern dengan mengandalkan komponen - komponen microchip-nya dan SSD memiliki komponen semacam PCB pada RAM, yang membuat cara kerjanya bisa dibilang mirip - mirip cara kerja RAM itu sendiri.

Kecepatan Kinerja HDD dan SSD


Kalau untuk kecepatan HDD, mungkin kebanyakan sudah tahu, tetapi untuk kecepatan SSD sendiri dikarenakan teknologi pada SSD yang sudah lebih modern, kinerja SSD jauh lebih baik daripada HDD.

Jika diasumsikan kinerja sebuah SSD bisa sampai 8-9 kali kinerja sebuah HDD, yang mana sudah mencakup proses Baca/Tulis data, booting, proses menjalankan aplikasi.

Salah satu yang membuat SSD bisa lebih cepat dalam proses Baca/Tulis data, karena komponen yang dimiliki juga hampir - hampir mirip dengan RAM.

Proses Fragmentasi HDD dan SSD


Fragmentasi adalah terpencarnya file - file yang sudah tersimpan, disebabkan karena kapasitas Disk yang sudah penuh.

HDD sebenarnya sangat baik untuk digunakan menyimpan file - file yang ada, tetapi HDD akan menurun kinerjanya ketika sudah mulai penuh, karena kinerja IO (operasi baca/tulis) akan semakin cepat saat data disimpan secara bersamaan pada HDD.

Kecepatan IO akan semakin berkurang karena disk akan terus berputar keseluruh bagian, untuk menghubungkan semua data dengan Head (kepala).

Hal inilah yang kemudian membuat kinerja HDD itu semakin berkurang, dan menyebabkan yang namanya Fragmentasi, agar kinerja kembali seperti semua, maka dilakukanlah Defrag.


SSD sendiri yang sudah menggunakan teknologi yang lebih baik, sudah menghindari yang namanya fragmentasi, terlebih file - file yang tersimpan akan masuk ke Chip Flash, sehingga hal seperti fragmentasi sangat kecil kemungkinannya terjadi.

Kapasitas Penyimpanan


HDD biasa ditemukan dalam kapasitas yang besar, seperti 500 GB, 1 TB, bahkan sudah ada teknologi HDD yang memberikan kapasitas sebesar 10 TB.

Sementara SSD cenderung berukuran kecil, 128 GB dan 256 GB adalah kapasitas yang sangat umum berada dipasaran, ini dikarenakan beberapa faktor seperti, mahalnya harga SSD, teknologi SSD yang lebih sulit dibanding HDD.

Walaupun sekarang beberapa perusahaan teknologi, terlebih yang bergerak dibidang Komputer dan Laptop, sudah menawarkan drive bernama "Fusion" yakni gabungan antara 1 SSD dan 1 HDD yang memiliki kinerja yang mulus.

Ketahanan


HDD bekerja dengan menggerakkan dua motor, satu menggerakkan piringan dan satu lagi bertugas untuk menggerakkan operasi baca/tulis, sehingga ketahanan semakin rentan, terlebih HDD yang sudah lama digunakan memungkinkan kedua motor menurun kinerjanya.

Apalagi jika terjadi benturan terhadap HDD baik saat bekerja atau tidak, menambah kemungkinan motor listrik pada HDD menjadi rusak, dan HDD otomatis tidak bisa bekerja.

SSD sendiri lebih bekerja menggunakan microchip, sehingga jikapun ada benturan, tidak akan terlalu bermasalah, karena tidak adanya komponen yang bergerak.

Perbedaan Harga SSD dan HDD


Dari penjelasan diatas, sudah jelas bahwa SSD akan lebih mahal daripada HDD, bahkan bisa dikatakan selisih harga kedua drive ini sangat jauh.

Sebagai perbandingan, 1 TB HDD seharga 700-800 ribu rupiah, tetapi 1 TB SSD bisa seharga 3-6 juta tergantung dari perusahaan yang merakit.

Maka bisa dikatakan bahwa SSD bisa 4-9 kali harga HDD pada kapasitas yang sama, yang membedakan hanyalah vendor yang merakit SSD saja.


Diatas sudah saya kupas, perbedaan - perbedaan dari HDD dan SSD yang mencakup segala, aspek, mulai dari ketahanan, kebisingan, komponen, sampai harga juga sudah saya tuliskan kepada kamu.

Semoga saja, dengan artikel diatas kamu sudah bisa memilih apakah kamu akan beralih menggunakan SSD atau tidak, tetapi kalau menurut saya, lebih baik menggunakan SSD daripada bertahan menggunakan HDD.

Memang harganya jauh lebih mahal, tetapi keuntungan yang kamu dapat juga sangat banyak, tetapi jika memang uang tidak mencukupi untuk membeli SSD maka menggunakan HDD juga tidaklah terlalu buruk.

Jika kamu memiliki pertanyaan seputar perbedaan antara HDD dan SSD diatas, maka kamu bisa langsung tanyakan dikolom komentar, atau kamu bisa langsung menanyakan dikontak kami.

0 Response to "Perbedaan: HDD dan SSD Dari Segala Aspek"

Posting Komentar

Jika ingin berkomentar, silahkan untuk berkomentar dengan menggunakan bahasa yang SOPAN

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel